Sabtu, 23 Maret 2013

laporan partikel density imank


Laporan Praktikum
Dasar-Dasar Ilmu Tanah
                                 
PARTIKEL DENSITY



DI SUSUN OLEH :

NAMA                  :  SUDIRMAN
                                 NIM                   :  G11112041
KELOMPOK       :  7 (Tujuh)
ASISTEN              :  


LABORATORIUM FISIKA TANAH
JURUSAN ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanah yang terbentuk di permukaan bumi baik secara langsung maupun tidak langsung berkembang dari mineral batu-batuan. Semua itu terjadi dengan melalui proses pelapukan baik fisik maupun kimia dengan bantuan atmosfer.
Kandungan bahan mineral sangatlah mempengaruhi berat jenis butiran dari tanah. Berat dari satu-satuan volume fase tanah dapat didefenisikan sebagai berat jenis butiran atau particle density. Volume yang dimaksudkan adalah volume tanah sendiri tanpa  memperhitungkan pori-pori tanah.
Kondisi fisik tanah sangat menentukan aerase, drainase, dan nutrisi tanaman. Sifat fisik tanah juga berpengaruh oleh sifat kimia dan biologi tanah, di mana sifat-sifat fisik tanah tergantung pada jumlah, ukuran, bentuk, susunan, dan komposisi mineral dari partikel-partikel tanah, macam dan jumlah bahan organik, volume dan bentuk pori-pori pada waktu tertentu.
Beberapa sifat fisik yang sangat penting adalah Bulk Density, Particle Density, dan Porositas. Bahan organik memperkecil berat isi tanah karena bahan organik jauh lebih ringan daripada bahan mineral. Di samping itu bahan organik tanah dapat memperbesar porositas tanah.
Particle Density tiap jenis tanah yaitu konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruang antara partikel-partikel porositas. Perbedaan kerapatan zarah atau partikel di antara jenis-jenis tanah tidak terlalu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi dari mineral tanah.
Berdasarkanuariandiatas, makapraktikumpenetapanparicel density perludiadakanuntukmengetahuibagaimanapengaruhparicel density dalamtanah yang diamati.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum Particle Density adalah untuk menentukan nilai Particle Density pada sampel tanah.
Kegunaan dari praktikum Particle Density adalah untuk mengetahui pengolahan tanah lebih lanjut serta penentuan varietas tanaman apa saja yang dapat ditanam pada daerah (tanah) tersebut.








II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Partikel density
Particle Density adalah berat tanah kering per satuan volume partikel-partikel (padat) tanah (jadi tidak termasuk volume pori-pori tanah). Tanah mineral mempunyai Particle Density = 2,65 g/cm3. Dengan mengetahui besarnya Bulk Density dan Particle Density maka dapat dihitung banyaknya pori-pori total tanah (Hardjowigeno H. Sarwono 2003).
Mnentukan Particle Density tanah harus memperhatikan pada partikel-partikel tanah. Untuk kebanyakan tanah mineral-tanah mineral, rata-rata Particle Densitynya adalah 2,65 gr/cm3. Perbedaan Particle Density di antara jenis-jenis tanah tidak begitu besar, kecuali terdapat variasi yang besar di dalam kandungan bahan organik dan komposisi mineral tanah (Hakim, N. M. Yusuf 1986).
Dalam menentukan Particle Density, pertimbangan diberikan kepada partikel padat saja. Jadi, Particle Density adalah konstan dan tidak bervariasi dengan jumlah ruangan antar partikel. Kerapatan ini didefinisi sebagai massa (bobot) per unit volume partikel tanah (kerapatan tanah) dan sering dinyatakan sebagai gram per sentimeter kubik. Untuk banyak tanah mineral, kerapatan partikel akan mempunyai rata-rata sekitar 2,6 gram per sentimeter kubik. Kerapatan ini sangat tidak beranekaragam dalam kandungan bahan organik atau komposisi mineral (Foth, Hendry D. 1994).
  Karena berat bahan organik lebih kecil dari berat benda padat tanah mineral yang lain dalam volume yang sama, jumlah bahan organik dalam suatu tanah jelas mempengaruhi kerapatan butir. Akibatnya, tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari subsoil. Topsoil yang banyak mengandung bahan organik kerapatan butirnya menurun sampai 2,4 atau bahkan lebih rendah (Buckman dan Brady, 1982).         Kerapatanpartikel (bobotpartikel, BP) adalahbobotmassapartikelpadatpersatuan volume tanah. Hubungankerapatanpartikeldankerapatanmassadapatmenentukanpori-poripadatanah (Munir, M. 1996).
2.2 Faktor yang mempengaruhi partikel density
Faktor- faktor yang mempengaruhiPartikel density adalah BD danbahanorganik, semakintinggi BD (bulk density) tanahdanbahanorganiktanahmakapartikel density dalamtanahtersebutakansemakinrendah. Begitu pula sebaliknya (Munir, M. 1996).
Kadar air sangatmempengaruhi volume kepadatantanah, danjika Particle Density tidakdipengaruhiolehteksturdanstrukturmaka volume kepadatantanahtidakkitaketahuikarenatanahtersusunoleholehfraksipasir, liatdandebusehinggauntukmengetahui volume kepadatantanahtentulahsangatdipengaruhiolehteksturdanstruktur.Selainitukandunganbahanorgank di dalamtanahsangatlahmempengaruhi volume kepadatantanah. Tanah yang memiliki  kandunganbahan organic yang banyaktentusangatberbedadengan volume kepadatantanah yang memilikikandunganbahan organic yang sedikit. Selainitutopogrfijugasangatmempengaruhi volume kapadatantanah, jikatanah yang terletakpadatopografi yang curammakakemampuanuntukmengikat air lebihrendahdibandingkantanah yang terletakpadatopografi yang datar.Apabilatanahterletakpadatopografi yang curammakakemampuanuntukmengikat air rendahsehingga volume kepadatantanahakanlebihbedarbiladibandingkantanah yang memilikitopografidatar (Hanafiah, 2007).
Jika particle density tidakdipengaruhiolehtekstur, maka volume kepadatantanahtidakdiketahui, karenatanahtersusunatasfraksipasir, fraksiliat, danfraksidebu, sehinggauntukmengetahuikepadatantanah, tentulahsangatdipengaruhiolehteksturnya. (Hakim dkk, 1986)
Tanpaadanya air, maka proses particle density tidakberlangsung, karena air sangatmempengaruhi volume kepadatantanah. Jikatanahtersebutbanyakmengandung air maka volume kepadatannyasemakinkecil, tapisebaliknyajikakadarairnyakurangmaka volume kepadatansemakintinggi. (Hakim dkk, 1986)



III.  METODOLOGI
3.1 Waktu dan tempat
Praktikum Particle Density dilaksanakan pada hari Rabu, Tanggal 21 November 2011 pukul 15.30 wita - selesai di Laboratorium kimia Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum Particle Density adalah timbangan, gelas ukur,gelas pengaduk, dan silinder sedimentasi.
 Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum Particle Density adalah sampel tanah terganggu lapisan I yang dikering udarakan, aquadest, tissu roll, dan kertas label.
3.3. Prosedur Kerja
1.      Memasukkan tanah hasil analisa Bulk Density sebanyak 40 gram ke dalam gelas ukur 100 ml yang telah diberi air sebanyak 50 ml dan mengaduknya dengan baik untuk melepaskan udaranya.
2.      Membilas gelas pengaduk pada dinding silinder dengan sejumlah air (± 10 ml).
3.      Membiarkan campuran selama 5 menit untuk dapat melepaskan udaranya dan mencatat volume air dalam gelas ukur.
4.      Menghitung Particle Density dengan persamaan :
Particle Density     =  gr/cm3
Contoh penetapan particle density:
-          Berat tanah oven                     = 40 gram
-          Volume dalam gelas ukur       = 50 cm3
-          Volume air dalam tanah          = 73 cm3
-          Volume air pembilas               = 10 cm3
-          Volume tanah                          = (73)-(50+10) = 13cm3
Particle density                             =    40 gr
                                                           13 cm3
                                                                        = 3,07 gr/cm3





        IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Berdasarkanpengamatan yang dilakukan, makadiperoleh data dalambentuktabelsebagaiberikut :
Tabel 4.  HasilPengamatan particle Density:
Tanah Vertisol
Particle Density (gr/ cm3)
Lapisan I
1,73  gr/cm3

4.2.  Pembahasan
Hasilpengamatan yang diperolehmenunjukkannilai particle density untuksetiaplapisantanahsemakinkebawahsemakinrendah .  Tanah inceptisolmemiliki particle density sebesar 1,73 gr/cm3.Hal inidikarenakanpadatanahAlfisolsmengandungbanyakbahanorganikdimanabahanorganikmemberipengaruhpada particle density dalamhaliniadalahnilainya.MenurutPairunan,dkk(1985), bahwabahanorganikmerupakansalahsatufaktor yang mempengaruhinilai particle density padatanah.
Tanah inceptisolmerupakanlapisandengannilai particle density yang rendahataukecil.Hal inidisebabkankarenabahanorganik yang tergantungpadatanahsedikitkarenatanahtidakmengalamipengolahan.Kandunganbahanorganikpadatanahinceptisolmenyebabkannilai particle densitynyatinggi, danlapisaninitermasuktanah mineral.  Hal inisesuaidenganpendapatHardjowigeno(1987), bahwajikasuatutanahmengandungbanyakbahanorganikmakahaltersebutakanmempengaruhinilai particle densitynya.
Selainfaktordiatas Particle Density jugadipengaruhiolehtopografiapabila di suatudaerahmemilkitpografiyanagcurammakatanahakanlebihsusahuntukmemyerap air sehinggatanahnakanlebihsusahuntukmemyerap air di dalamtnahsehinggatanahakanmemilki volume kepadatantanah yang besar pula ,berbedadengantanah yang beradapadatopografipadadaerah yang datarmakadayaseraptanahterhadap air akanbesar pula, halinisesuaidenganpendapatHardjowigeno (2003) yang menyatakanbahwatopografi di suatudaerahsangatmempengaruhitinggirendahnya Particle density .Topografisangaterathubungannyadenganteksturetanahapabilatanah yang berteksturpasirakanberbedah particle densirtydengantanh yang berteksturliat , tanah yang berteksturliatmemilkidayaserap yang amatkecilbilahdibandingkantanah yang memilkiteksturpasir , toporgafiberbandinbgterbalikdengan particle density.








V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkanhasildanpembahasan, makadapatdiperolehkesimpulansebagaiberikut:
1. Padatanahinceptisolnilai particle densitynya 13,7 gr/cm3
2. Faktor- faktor yang mempengaruhipartikel density adalah bulk density secaratidaklangsungberhubungandengankandunganbahanorganik, teksturdanstrukturtanah.
5.2 Saran
Berdasarkan dari pengamatan yang telah dilakukan, tanah tersebut memiliki nilai Particle Density yang tinggi sehingga kurang cocok untuk pertanian. Jadi, sebaiknya tanah tersebut diolah secara intensif, yaitu dengan penambahan pupuk kandang dalam jumlah yang besar dan penambahan rumput bluegrass karena penambahan pupuk dalam jumlah besar tersebut merendahkan kerapatan massa tanah.




LAMPIRAN
Dik:     Berat tanah kering oven    = 164,8 gr
   Volume dalamgelasukur   = 50 cm3
   Volume air dantanah         =  83 cm3
   Volume air pembilas         = 10 cm3
   Volume tanah                    = (83) – (50 + 10)
                                             = 23 cm3
Dit:      Particle Density (PD)…?
Peny:   PD       =  gr/cm3
   PD       =
               = 1,73 gr/cm3




Rabu, 20 Maret 2013

laporan bulk density ( BD) IMANK


Laporan Praktikum
Dasar-Dasar Ilmu Tanah
                                 
“Bulk density (bd)”


DI SUSUN OLEH :

NAMA                  :  SUDIRMAN
                                 NIM                   :  G11112041
KELOMPOK       :  7 (Tujuh)
ASISTEN              :  


LABORATORIUM FISIKA TANAH
JURUSAN ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012



I.     PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tanah  merupakan suatu sistem mekanik yang kompleks terdiri dari tiga fase yakni bahan-bahan padat, cair, dan gas. Fase padat yang hampir menempati 50% volume tanah sebagian besar terdiri dari bahan mineral dan sebagian lainnya bahan organik. Yang terakhir ini dijumpai dalam jumlah yang besar pada tanah organik.
Berat tanah ini sangat tergantung pada pori-pori namun mempunyai bobot yang kecil persatuan volume.Bahan organik memperbesar porositas tanah.  Tanah organik mempunyai Bulk Density rendah hanya mencapai 0,1 gram/cm3.  Sedang yang lebih padat umumnya berat jenisnya lebih tinggi dibanding dengan tanah yang sama tetapi kurang padat.
Bulk Density suatu tanah penting untuk diketahui karena Bulk Density menggambarkan keadaan tekstur, struktur, dan porositas tanah, sehingga dapat mengetahui tanah mana yang cocok untuk tanaman. Sesuai dengan hasil penelitian pada pertumbuhan tanaman yang dinyatakan bahwa makin tinggi nilai Bulk Density suatu lapisan tanah maka produksi tanaman makin menurun hal ini dikarenakan tanah yang nilai Bulk Densitynya besar banyak mengandung bahan mineral.  Sedangkan tanah yang mengandung nilai Bulk Density rendah kaya akan bahan organik, sehingga makin rendah nilai Bulk Density suatu tanah maka makin baik untuk dijadikan tempat budidaya tanaman.



Berat dan ruang pori-pori tanah bervariasi dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Kedua variabel itu dipengaruhi oleh struktur dan tekstur tanah. Nilai Bulk Density dapat menggambarkan adanya lapisan pada tanah, pengolahan tanah, kandungan bahan organik dan mineral, porositas dan lain-lain. Selain itu, penetapan Bulk Densitymemberi gambaran tentang kemampuan tanah dalam mengikat air dan unsur hara yang merupakan hal terpenting dalam pemanfaatan lahan yang optimal. Berdasarkan uraian di atas, maka dirasa perlu untuk melakukan suatu upaya dalam mengetahui nilai Bulk Densitydari suatu tanah yang akan mempengaruhi produktivitas tanah tersebut. Hal inilah yang menjadi alasan dilaksanakannya mengenaiBulk Density.
Berdasarkan uraian di atas maka pentinglah untuk melakukan praktikum Bulk Density agar kita dapat mengetahui berat suatu tanah.
I.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan praktikum Bulk Density adalah untuk mengetahui nilai Bulk Density pada tanah kering oven.
Kegunaan praktikum Bulk Density adalah dapat memberikan informasi dan bahan acuan tentang Bulk Density yang sangat berkaitan dengan kemampuan tanah menyimpan air bagi pertumbuhan tanaman.





II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Bulk Density
Bulk Density atau berat jenis adalah berat atau massa satu satuan volume tanah kering, yang umumnya dinyatakan dalam gram/cm3. Volume tanah ini termasuk volume butiran padat dan ruang pori (Buckman Bardy, 1982).
          Buckman dan Brady (1992) menyatakan bahwa kerapatan massa adalah ukuran berat yang memperhitungkan seluruh volume tanah. Lain dengan kerapatan butiran yang hanya mengenai butir-butir padat saja.Kerapatan massa diperoleh dengan setiap perubahan dalam struktur tanah dan mungkin dapat untuk mengubah jumlah ruang-ruang pori dan juga berat per unit volume.
          Bila dinyatakan dalam gram/cm3, kerapatan massa tanah liat yang ada di permukaan dengan struktur granular besarnya berkisar antara 1,0 sampai 1,3.  Tanah-tanah permukaan dengan tekstur kasar mempunyai kisaran 1,3 sampai 1,8.  Perkembangan struktur yang lebih besar pada tanah-tanah di permukaan dengan tekstur halus, menyebabkan kerapatan massanya lebih rendah dibandingkan dengan tanah berpasir(Foth,1992).
           Ada suatu kecenderungan jelas, bahwa kerapatan massa akan naik juga jika makin masuk ke dalam profil. Tampaknya ini akibat dari kandungan bahan organik yang rendah, kurangnya agregasi dan penembusan akar serta pemadatan yang disebabkan oleh berat lapisan di atasnya(Munir,M. 1996).
          Tanah yang lebih padat mempunyai bulk density yang lebih besar dari tanah yang sama tetapi kurang padat. Pada umumnya tanah lapisan atas pada tanah mineral mempunyai nilai bulk density yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah di bawahnya(Foth, 1992).
          Berat tanah yang sebenarnya juga dapat dinyatakan dalam istilah are kaki yang berkenaan dengan suatu volume tanah seluas satu are dan sedalam satu kaki.  Berat suatu are permukaan tanah mineral kering umumnya berkisar dari 3 juta sampai 4,5 pon.  Meskipun demikian, gambaran yang biasa banyak dipakai ialah dua juta atau kadang dua setengah juta pon sebagai berat rata-rata tanah permukaan sedalam 6 sampai 7 inci.Ini dianggap sebagai suatu area tanah Olah(Buckman Brady,1982).
          Menurut Hadjowigeno (1992). bahwa kerapatan massa berguna untuk menghitung berat tanah di lapangan, misalnya berat 1 ha tanah sedalam lapisan olah 15 sampai 20 cm.  Selain itu berat isi menggambarkan tekstur, struktur dan porositas tanah, pengaruh sifat-sifat fisik tanah tersebut pada tanaman dapat dinilai dari kaitan pertumbuhan tanaman dengan berat isi tanah.
2.2  Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Bulk Density
Bulk density dipengaruhi oleh padatan tanah, pori-pori tanah,  struktur, tekstur, ketersediaan bahan organik, serta pengolahan tanah sehingga dapat dengan cepat berubah akibat pengolahan tanah dan praktek budidaya (Hardjowigeno, 2003).
Bahan organik lebih ringan daripada bahan mineral.Disamping itu bahan organik akan memperbesar pori tanah. Nilai Bulk density akan lebih rendah bahan organik penyusun tanah tinggi karena bahan organik dapat memperkecil berat (S) tanah dan dapat memperbesar porositas tanah serta memiliki berat yang kecil dibanding dengan bahan mineral. Tanah dengan nilai bulk density yang kecil baik untuk lahan pertanian sebab Bulk Density yang kecil bahan organik yang dikandungnya akan semakin besar sehingga akan menyebabkan aerasi dalam tanah tersebut menjadi lebih baik. Tanah yang memiliki Bulk density tinggi atau besar mempunyai kandungan bahan mineral yang banyak, namun porositasnya rendah karena semakin tinggi nilai Bulk densitynya maka porositasnya akan berkurang (Forth, H. D. 1992).
            Selain itu faktor lain yang mempengaruhi nilai bulk density adalah struktur tanah, dimana tanah yang memiliki struktur yang halus maka meiliki nilai bulk density yang rendah. Semakin masuk ke dalam profil tanah, kerapatan massa tanah semakin naik. Tampaknya ini akibat dari kandungan bahan organik yang rendah dan penimbunan alat serta pemadatan yang disebabkan oleh berat lapisan atasnya (Munir M, 1987).



III. METODOLOGI
3.1 Waktu Dan Tempat
Praktikum bulk density dilaksanakan  pada hari Rabu Tanggal 21November 2012, pada pukul 15.30 Wita - selesai, di labolatorium kimia tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.
3.2  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah penggaris, ring sampel, oven, timbangan dan cawan petri.
Bahan-bahan yang digunakan  adalah tanah utuh / tanah kering dan air.
3.3  Prosedur Kerja
1.      Ambil contoh tanah utuh dengan ring sampel, kemudian masukan ke dalam oven 2 hari sebelum praktikum.
2.      Memasukkan ke dalam desikator untuk didinginkan kemudian menimbang tanah beserta ring sampelnya.  Kemudian timbang ring sampelnya.
3.      Menghitung bulk density (BD) dengan persamaan :
BD =  gram/cm3



Keterangan :           Volume tanah =
T          = tinggi ring sampel (cm)
 r                                  = jari-jari (cm)
π          = 3,14



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Berdasarkan hasi pengamatan yang dilakukan, maka diperoleh data sebagai berikut :
Tabel  Hasil Pengamatan Bulk Density pada sampel tanah utuh
Tabel 3.Hasil Perhitungan Nilai Bulk Density
Jenis Tanah
Bulk Density (gram/cm3)
Lapisan 1
1,06 gram/cm3

4.2.  Pembahasan
Tanah inceptisol memiliki nilai Bulk density 1,06 gr/cm3. Hal ini mungkin disebabkan karena sedikitnya kandungan bahan organik pada lapisan ini.  Sedikit atau banyaknya kandungan bahan organik  disebabkan karena lapisan ini  terletak dekat dengan batuan induk sehingga lebih banyak mengandung pasir dan tanah.  Pasir memiliki kandungan bahan organik yang sedikit. Ini sesuai denang pendapat Pairunan(1985) bahwa tanah yang berstruktur halus mempunyai porositas tinggi dan berat isi yang lebih rendah daripada tanah berpasir.
Hal ini juga sesuai dengan pendapat (Sutejo 1987) bahwa kandungan bahan organik yang cukup mempengaruhi nilai butiran tanah karena bahan organik yang sangat ringan sehingga mempengaruhi kepadatan tanah.  Tanah yang mengandung bahan organik yang tinggi akan memiliki nilai Bulk density yang rendah, sebaliknya tanah yang mengandung bahan organik yang rendah memiliki nilai Bulk density yang tinggi.
           Selain itu faktor lain yang mempengaruhi bulk density disebabkan oleh beberapa faktor dan salah satunya dipengaruhi oleh struktur tanah dimana tanah yang memiliki struktur yang halus memiliki nilai bulk density yang rendah.bahwa semakin masuk ke dalam profil tanah, kerapatan massa tanah semakin naik.  Tampaknya ini akibat dari kandungan bahan organik yang rendah dan penimbunan alat serta pemadatan yang disebabkan oleh berat lapisan atasnya.
Adapun faktor lain yang mempengaruhi Bulk density yaitu kandungan kadar apabila suatu daerah memilki  kandungan kadar air yang tinggi maka bulk density di daerah tersebut dapat di pastikan rendah, hal ini sesuai dengan pendapat (Hanafiah 2005) yang menyatakan bahwa Bulk density dan kadar air berbanding terbalik , hal ini dapat dibuktikan apabila tanah dapat menyerap air yang banyak sehingga tanah akan susah untuk memadat dikarenakan di dalam agregat tanah banyak menyimpan air, kadar air sangat erat hubungannya dengan  tekstur tanah apabila tanah memilki tekstur pasir maka tanah ini memilki kandungan bahan oganik yang banyak sehingga tanah yang bertekstur liat mempunyai daya melewatkan air yang lambat sehingga air akan tersimpang di dalam agregat tanah sebaliknya tanah yang memilki kandungan bahan organic yang sedikit seperti yanag dijelaskan pada paragrap diatas bahwa tanah ini memilki tekstur pasir umumnya tanah yang memilki  tekstur pasir akan cepat melepaskan air, sehingga air tidak akan bertahan dengan lama di dalam agregat tanah sehingga kepadatan tanah akan lebih besar. Bulk density penting bagi kebutuhan pupuk atau pada tiap hektar  tanah yang dipengaruhi tanah perhektar. Kerapatan massa pada berbagai horizon pada tanah lempung memperlihatkan bahwa horizon C (bahan induk) merupakan lapisan terpadat mempunyai kerapatan massa 1,7 gram/cm3. pembentukan struktur selama perkembangan tanah menyebabkan horizon-horizon dibagian atas mempunyai kerapatan massa lebih rendah dibandingkan bahan induk aslinya (Foth, H.D, 1989).
Sehingga bulk density yang baik untuk perakaran tanaman yaitu yag memiliki nilai bulk densitynya rendah karna semakin tinggi nilai bulk density suatu daerah maka makan padat suatu tanah tersebut sehingga mengakibatkan perakaran pada tanaman tidak bisa menyerap kedalam tanah.









V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah diamati, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.         Tanah pada ring sampel memiliki nilai bulk density yang rendah yaitu 1,06gr/cm3.
2.         Nilai Bulk density dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya padatan tanah, pori-pori tanah,  struktur, tekstur, ketersediaan bahan organik, serta pengolahan tanah.
5.2 Saran
Sebaiknyatanah yang memiliki Bulk Density tinggi dapat dijadikan sebagai lahan Pertanian karena memgandung bahan organik yang tinggi, sehingga aerasi dalam tanah menjadi lebih baik.




LAMPIRAN
Dik: Berat tanah kering oven    = 164,8 gr
Tinggi ring                         = 6,5 cm
Jari-jari ring                       = 2,75 cm
Dit:   Bulk Density (BD)....?
Peny: BD =  gr/cm3
Volume tanah     = r2t
         = 3,14 x (2,75)2x 6,5
         = 154,35 cm3
BD   =
         = 1,06 gr/cm3